
China adalah sumber impor terbesar Indonesia. Panduan ini mencakup semua yang perlu diketahui: tarif preferensial ACFTA, vetting supplier, metode pengiriman, kepabeanan, dan menghitung total landed cost.
China adalah sumber impor terbesar Indonesia — lebih dari $60 miliar per tahun di kategori elektronik, mesin, tekstil, kimia, dan barang konsumen. Jalur perdagangan ini sudah mapan, biayanya dapat diprediksi, dan jalur regulasinya jelas.
Panduan ini menjelaskan setiap langkah dari menemukan supplier China hingga barang sampai di alamat Anda di Indonesia: struktur tarif ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement), metode pengiriman, kepabeanan, jebakan umum, dan cara menghitung total landed cost.
Di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China, sebagian besar produk impor dari China ke Indonesia memenuhi syarat bea masuk 0% dengan Form E (Surat Keterangan Asal di bawah ACFTA) yang valid. Ini berlaku untuk lebih dari 90% pos tarif.
Untuk memenuhi syarat:
Rute pengiriman langsung dari pelabuhan utama China (Shanghai, Ningbo, Shenzhen, Qingdao) ke pelabuhan Indonesia (Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan) berjalan mingguan atau lebih sering.
Dua platform utama:
Checklist verifikasi:
Setiap produk memiliki kode HS yang menentukan tarif bea masuk Indonesia, kelayakan ACFTA, dan izin yang diperlukan. Cari kode HS di Kickrate untuk klasifikasi 8 digit Indonesia yang tepat.
Total landed cost = Biaya produk + Pengiriman internasional + Asuransi + Bea Indonesia + Biaya IOR + Pengiriman domestik
Bea Indonesia mencakup:
Gunakan kalkulator bea masuk untuk angka aktual.
| Metode | Waktu | Biaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Sea LCL | 14-21 hari | $50-150/CBM | Volume kecil-menengah |
| Sea FCL | 14-21 hari | $1.500-4.000/20ft | Volume besar |
| Air freight | 3-7 hari | $4-8/kg | Mendesak, nilai tinggi |
| Kurir | 3-5 hari | $8-25/kg | Sampel, pesanan kecil |
Indonesia mewajibkan entitas berlisensi lokal sebagai importir di dokumen pabean. Tanpa PT Indonesia dengan API, Anda memerlukan layanan Importer of Record (IOR).
Waktu kepabeanan tipikal: 2-7 hari kerja.
Beberapa supplier China menawarkan "declare lower". Jangan lakukan. Bea cukai Indonesia memiliki database harga referensi dan dapat mengenakan denda 100-400% dari selisih bea.
Lupa meminta Form E berarti membayar tarif MFN penuh. Pada pengiriman $50.000 dengan bea 10%, itu $5.000 yang terbuang.
Supplier kadang menggunakan kode HS generik yang tidak cocok dengan produk sebenarnya. Bea cukai dapat reklasifikasi dan menagih bea kembali.
Banyak produk dari China memerlukan izin Indonesia: SDPPI dan SNI untuk elektronik, TKDN untuk smartphone, BPOM ML untuk makanan, BPOM NA untuk kosmetik, SNI untuk mainan.
Sea: 14-21 hari door-to-door termasuk clearance. Air: 5-10 hari. Kurir: 3-7 hari.
Anda butuh entitas Indonesia dengan izin impor, ATAU layanan IOR yang mengimpor di bawah lisensinya atas nama Anda.
Supplier kadang mengenakan biaya $20-100 untuk menerbitkan Form E. Dibandingkan ribuan dolar penghematan bea, ini sangat berharga.
Beberapa kategori produk China dikenakan bea anti-dumping di Indonesia (saat ini: produk baja tertentu, hot-rolled coil, BOPP film).
Kickrate menangani impor dari China ke Indonesia setiap hari. Kami bertindak sebagai IOR Anda, mengajukan PIB, mengklaim tarif preferensial ACFTA, mengelola izin Lartas, dan mengirim ke alamat akhir. Hubungi kami untuk estimasi gratis.